Friday, July 3, 2015

KABUT YANG HILANG


Pagi indah itu 
deru pasir berterbangan 
menghangatkan perasaan 
adalah sengketa hati dan perasaan 
cicipan yang nyaring kudengar 
tanpa sedar menjadi pengiring 
redupnya pandangan itu 
tersungging aku teringat sesuatu 

Pagi indah itu 
saat kabut bayang menghilang 
cahya menyuluh kebelakang 
ke deretan jalan yang lengang 
adalah di suatu petang 
bersandarkan lokek senyum kamu 
diam diam menyelinap satu perasaan mahu 
tapi jurang dan keterbatasan waktu 
cuma buat hati keliru

Yang Maha Indah 
membelai aku dalam kerinduan yang teratas 
hingga mencapai suatu batas kesanggupan 
mengorbankan yang sementara demi mengenal Tuhan 
bukankah kerinduan terfokus hanya pada satu tujuan? 

Rengkuhlah aku dalam belaian-Mu 
tuntun aku sentiasa menuju ke jalan-Mu 
hingga hujung waktu 

No comments: