Monday, November 2, 2015

Senyum baru


Apabila senyum itu tepat-tepat menuju ke aku 
aku jadi gementar malu 
lalu dipaksa jemari-jemari menekan erat 

Menahan degupan yang semakin pantas 
berledakkan 
dengan berharap kelibatnya terus hilang 

Ternyata 
rasa itu bukanlah suatu objek yang boleh dihalang dari mendekati hati 

Ternyata 
debar itu bukanlah memberat di telapak kanan atau kiri 

Ternyata
tanpa sedar 
senyum dia yang sekali itu, telah berani-berani 
mengambil ruang di sebahagian hidupnya memori 

#27kali 


No comments: